Selasa, 09 Juni 2020

Mengenal Insinerasi sebagai Energi Terbarukan


Insinerasi adalah suatu teknik dalam pengolahan sampah dengan cara membakar dengan temperatur tinggi (Thermal Treatment ), dan mengubah menjadi debu, gas, partikulat, dan panas. Masalah yang timbul dari proses pembakaran ini adalah gas yang ditimbulkan, seperti dioxin, furan, logam berat, CO, HCL, NOx, dan SO2. Jika gas-gas yang dikeluarkan melalui cerobong tersebut tidak disaring terlebih dahulu, maka akan menimbulkan pencemaran udara. (Soma S.,2010). Menurut Trisaksono B.P. (2002), fluidized bed incinerator adalah sebuah tungku pembakar yang menggunakan media pengaduk berupa pasir seperti pasir kuarsa atau pasir silika, sehingga terjadi pencampuran (mixing) yang homogen antara udara dengan butiran pasir tersebut. Percampuran yang konstan antara partike–partikel mendorong terjadinya laju perpindahan panas yang cepat serta terjadinya pembakaran sempurna. Fluidized Bed Incinerator cenderung berbentuk tegak lurusdan silindris. Sebagai ilustrasi gambaran sebuah fluidized bed tampak seperti gambar di bawah ini.

Insinerasi ini diterapkan pada pembangkit listrik tenaga sampah. Pembangkit listrik tenaga sampah adalah pembangkit listrik yang berbahan bakar tenaga dari sampah yang sudah melalui proses. Dimana proses tersebut menggunakan teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Konsep Pengolahan Sampah menjadi Energi (Waste to Energy) atau yang biasa disebut PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga sampah) menggunakan tiga teknologi yaitu, proses sampah dengan teknologi Thermal Converter Insinerator, Gasifikasi dan Fermentasi.
Kemudian bagaimana teknologi yang dipergunakan pada pembangkit listrik tenaga sampah ini? Sistem PLTSa ini menggunakan tiga metode dimana metode pertama menggunakan teknologi Insinerator yaitu dengan proses pembakaran. Selain menggunakan teknologi Insinerator PLTSa juga dapat menggunakan LFG terdiri atas collection system dan fermentasi sampah menjadi gas methan, serta pengolahan sampah menjadi listrik dengan menggunakan teknologi Gassifikasi. Berdasarkan teknologi yang telah dikembangkan pengolahan sampah menjadi energi  adalah Teknologi Pembakaran langsung (Incineration) adalah cara pengolahan sampah dengan cara pembakaran menggunakan sedikit bahan bakar pada saat pembakaran awal, yang akan memusnahkan seluruh jenis sampah yang dibakar dalam waktu cepat. Panas hasil pembakaran tersebut kemudian didinginkan dengan semprotan sirkulasi air sehingga menimbulkan ”Superheated Steam” yang selanjutnya ditampung dalam boiler. Tenaga uap dalam boiler inilah yang akan menggerakkan turbin, kemudian turbin tersebut akan menggerakkan generator sehingga menghasilkan tenaga listrik.
Sampah yang awalnya kita anggap sebagai hal yang tidak berguna dan hanya dapat menjadi limbah yang sia-sia rupanya dapat digunakan untuk menjadi pembangkit tenaga listrik. Menarik bukan? Nah, untuk memperluas informasi, Anda dapat menemukan berbagai informasi dari website lain yang menjelaskan tentang pembangkit listrik tenaga sampah ini.


Mengenal Insinerasi sebagai Energi Terbarukan

Insinerasi adalah suatu teknik dalam pengolahan sampah dengan cara membakar dengan temperatur tinggi (Thermal Treatment ), dan mengubah ...