Insinerasi
adalah suatu teknik dalam pengolahan sampah dengan cara membakar dengan
temperatur tinggi (Thermal Treatment ), dan mengubah menjadi debu, gas,
partikulat, dan panas. Masalah yang timbul dari proses pembakaran ini adalah
gas yang ditimbulkan, seperti dioxin, furan, logam berat, CO, HCL, NOx, dan
SO2. Jika gas-gas yang dikeluarkan melalui cerobong tersebut tidak disaring
terlebih dahulu, maka akan menimbulkan pencemaran udara. (Soma S.,2010).
Menurut Trisaksono B.P. (2002), fluidized bed incinerator adalah sebuah tungku
pembakar yang menggunakan media pengaduk berupa pasir seperti pasir kuarsa atau
pasir silika, sehingga terjadi pencampuran (mixing) yang homogen antara udara
dengan butiran pasir tersebut. Percampuran yang konstan antara partike–partikel
mendorong terjadinya laju perpindahan panas yang cepat serta terjadinya
pembakaran sempurna. Fluidized Bed Incinerator cenderung berbentuk tegak
lurusdan silindris. Sebagai ilustrasi gambaran sebuah fluidized bed tampak
seperti gambar di bawah ini.
Insinerasi ini diterapkan pada pembangkit listrik tenaga sampah. Pembangkit
listrik tenaga sampah adalah pembangkit listrik yang berbahan bakar tenaga dari
sampah yang sudah melalui proses. Dimana proses tersebut menggunakan teknologi
tinggi yang ramah lingkungan. Konsep Pengolahan Sampah menjadi Energi (Waste to Energy) atau yang biasa disebut
PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga sampah) menggunakan tiga teknologi yaitu,
proses sampah dengan teknologi Thermal Converter Insinerator, Gasifikasi dan Fermentasi.
Kemudian bagaimana teknologi yang dipergunakan pada pembangkit listrik tenaga sampah ini? Sistem
PLTSa ini menggunakan tiga metode dimana metode pertama menggunakan teknologi
Insinerator yaitu dengan proses pembakaran. Selain menggunakan teknologi
Insinerator PLTSa juga dapat menggunakan LFG terdiri atas collection system dan
fermentasi sampah menjadi gas methan, serta pengolahan sampah menjadi listrik
dengan menggunakan teknologi Gassifikasi. Berdasarkan teknologi yang telah
dikembangkan pengolahan sampah menjadi energi
adalah Teknologi Pembakaran langsung (Incineration) adalah cara
pengolahan sampah dengan cara pembakaran menggunakan sedikit bahan bakar pada
saat pembakaran awal, yang akan memusnahkan seluruh jenis sampah yang dibakar
dalam waktu cepat. Panas hasil pembakaran tersebut kemudian didinginkan dengan
semprotan sirkulasi air sehingga menimbulkan ”Superheated Steam” yang
selanjutnya ditampung dalam boiler. Tenaga uap dalam boiler inilah yang akan
menggerakkan turbin, kemudian turbin tersebut akan menggerakkan generator
sehingga menghasilkan tenaga listrik.
Sampah yang awalnya kita anggap sebagai hal yang tidak berguna dan hanya dapat menjadi limbah yang sia-sia rupanya dapat digunakan untuk menjadi pembangkit tenaga listrik. Menarik bukan? Nah, untuk memperluas informasi, Anda dapat menemukan berbagai informasi dari website lain yang menjelaskan tentang pembangkit listrik tenaga sampah ini.
