Ketika
arunika mulai bangkit
Aku
melangkahkan kakiku
Meskipun
aku belum tahu tujuanku
Aku
berjalan tanpa cendala
Meskipun
kakiku tergores
Oleh
kersik tak bertuan
Aku
terus melangkah
Tanpa
memikirkan sakitnya luka itu
Meskipun
derau air turun
Namun,
dengan semangat
Tetap
kutapaki perjalanan itu
Sambil
bersenandika menikmati perjalanan
Inilah
perjalananku
Memang
penuh perjuangan
Namun
aku tidak berjalan
Dengan
penuh ketaksaan
Ketika
swastamita datang
Tak
ada pilihan untukku
Aku
harus berhenti untuk melanjutkannya
Tak
ada lagi sesal dalam diriku
Meski
semenjana perjalanan banyak tantangan
Aku
selalu berusaha dan bangkit
@davidchristianta
Diksinya bagus banget, cari referensi dimana?
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, saya mendapatkan diksi-diksi yang indah ini ketika sedang membaca buku antologi puisi. Nantikan tulisan saya yang lainnya ya.
HapusKerenn
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya ya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
HapusSangat keren
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya ya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
HapusUnik sekali, menceritakan mengenai perjalanan seseorang... Mantap
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
HapusUwaw pemilihan kata yang sangat keren, puisi nya bagus banget
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
HapusPuisinya indah banget begitu juga dengan diksinya. Keren!
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
HapusPemilihan diksi yang menarik!
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
HapusAbis baca ini aku jadi lebih pintar
BalasHapusMakna dan konotasinya ngena banget
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
Hapusbagus banget puisinya
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan tulisan saya yang lainnya.
Hapus