Selasa, 09 Juni 2020

Pojok Puisi : Rindu dan Jarak

Berulang kali aku duduk termenung
Mencari-cari isi relung
Namun yang kutemukan hanya perasaan mendung
Berulang kali aku mengkhawatirkan
Tapi apakah ada hatinya berpaling?
Ataukah aku yang terlalu merindu?


Mana pernah ia kenal jarak
Jika selama ini benua terasa dekat
Mana pernah ia kenal jarak
Jika senyumku lebih lama daripada tangisku


Itu dulu,
Dulu, jarak memang tak ada arti
Dulu, jarak tak pernah semenakutkan ini
Dulu, jarak tak pernah membuat mendung


Sekarang jarak kian memisahkan
Menambah bisu kerinduan
Waktu kian berjalan
Merasa tak terganggu rintangan
Hari demi hari bergantian
Bergandengan dengan sepi dan rindu yang berjalan bersisian


Membilang detik-detik hampa
Mengukur waktu kian berdebu
Masih dengan rindu yang sama
Melambai tanpa angin labuh
Tersangkut di ujung doa


Benar saja jarak memang menjauhkan
Namun siapa sangka akan bertemu kembali
Padanya yang senantiasa memeluk rindu ini
Terimakasih untuk jarak yang tercipta
Agar aku bisa merindu lebih lagi


Ditulis oleh hati yang sedang merindu, 
dari seorang punggawa @davidchristianta

17 komentar:

  1. Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus
  2. Wahh puisinya keren sekalii ditunggu karya keren lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus
  3. Puisi yang keren sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus
  4. Wah sedang merindu ya, puisi yang indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul... Puisi ini saya tulis saat merindu. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus
  5. Karya puisi yang bagus, mantap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus
  6. Puisi yang benar-benar indah. Bukan hanya penyusunan kata yang teratur, tetapi juga pembawaan yang benar-benar penuh perasaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus
  7. Asli... Kata katanya keren.... Pemilihan diksinya tepat

    BalasHapus
  8. Abis baca ini aku jadi lebih pintar

    BalasHapus
  9. Nyentuh dan penuh makna, kena banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya, nantikan karya saya yang lainnya ya.

      Hapus

Mengenal Insinerasi sebagai Energi Terbarukan

Insinerasi adalah suatu teknik dalam pengolahan sampah dengan cara membakar dengan temperatur tinggi (Thermal Treatment ), dan mengubah ...